I. Allah Tritunggal

1. Kami percaya kepada satu Allah yang tidak terbatas, yang keberadaanNya kekal, Pencipta dan Penopang alam semesta yang berdaulat; bahwa hanya Dialah Allah, [yang menciptakan dan memelihara,] yang kudus dalam sifat, atribut dan maksud[;] Allah adalah terang dan kasih yang kudus [bahwa Ia, sebagai Allah,] adalah Tritunggal dalam keberadaan esensialnya, yang dinyatakan sebagai Bapa, Anak dan Roh Kudus.

(Kejadian 1; Imamat 19:2; Ulangan:4-5; Yesaya 5:16; 6:1-7; 40:18-31; Matius 3:16-17; 28:19-20; Yohanes 14:6 27; 1 Korintus 8:6; 2 Korintus 13:14; Galatia 4:4-6; Efesus 2:13-18; I Yohanes 1:5; 4:8)

II. Yesus Kristus

2. Kami percaya kepada Yesus Kristus, Pribadi Kedua dari Allah Tritunggal; 3 bahwa Ia adalah satu dengan Bapa secara kekal; bahwa Ia berinkarnasi oleh Roh Kudus dan dilahirkan dari Perawan Maria, sehingga dua sifat dasar yang sempurna dan utuh, yaitu keallahan dan kemanusiaan, disatukan dalam satu Pribadi yang sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia, manusia-Allah.

Kami percaya bahwa Yesus Kristus mati bagi dosa-dosa kita, dan bahwa Ia sungguh-sungguh bangkit dari maut dan mengambil lagi tubuhNya, bersama dengan segala sesuatu menjadi bagian dari penyempurnaan sifat manusia; dengan tubuh itu Ia naik ke sorga dan di sana Ia menjadi perantara bagi kita.

(Matius 1:20-25; 16:15-16; Lukas 1:26-35; Yohanes 1:1-18; KPR 2:22-36; Roma 8:3; 32-34; Galatia 4:4-5; Filipi 2:5-11; Kolose 1:12-22; 1 Timotius 6:14-16; Ibrani 1:1-5; 7:22-28; 9:24-28; 1 Yohanes 1:1-3; 4:2-3, 15)

III. Roh Kudus

3. Kami percaya kepada Roh Kudus, Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal, bahwa Ia selalu ada dan secara efisien aktif dalam dan dengan Gereja Kristus, meyakinkan dunia akan dosa, melahirkan kembali orang-orang yang bertobat dan percaya, menguduskan orang percaya, dan memimpin dalam segala kebenaran seperti dalam Yesus.

(Yohanes 7:39; 14:15-18, 26; 16:7-15; KPR 2:33; 15:8-9; Roma 8:1-27; Galatia 3:1-14; 4:6; Efesus 3:14-21; 1 Tesalonika 4:7-8; 2 Tesalonika 2:13; 1 Petrus 1:2; 1 Yohanes 3:24; 4:13)

IV. Kitab Suci

4. Kami percaya kepada pengilhaman sempurna Kitab Suci, yang melaluinya kita mengetahui ke-66 kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yang diberikan melalui pengilhaman Allah, yang tanpa kesalahan menyatakan kehendak Allah untuk kita dalam segala sesuatu yang perlu bagi keselamatan kita, sehingga apapun yang tidak termuat di dalamnya, tidak boleh dimasukkan sebagai pasal-pasal mengenai iman.

(Lukas 24:44-47; Yohanes 10:35; 1 Korintus 15:3-4; 2 Timotius 3:15-17; 1 Petrus 1:10-12; 2 Petrus 1:20-21)

V. Dosa, Asali dan Pribadi

5. Kami percaya bahwa dosa masuk ke dalam dunia melalui ketidaktaatan nenek moyang kita yang pertama, dan kematian disebabkan oleh dosa. Kami percaya bahwa jenis dosa ada dua: dosa asali atau kebejatan moral, dan dosa perbuatan atau dosa pribadi.

5.1 Kami percaya bahwa dosa asali atau kebejatan moral, adalah kerusakan sifat semua keturunan Adam yang mengakibatkan semua orang terlempar sangat jauh dari kebenaran asal atau keadaan asli nenek moyang kita yang pertama sebelum jatuh dalam dosa/ pada saat penciptaan mereka. Dosa asali berarti juga bertentangan dengan Allah, tidak memiliki kehidupan rohani, dan cenderung berbuat jahat, dan hal itu berlangsung terus-menerus. Selain itu kami percaya bahwa dosa asali terus-menerus ada dalam kehidupan orang yang sudah dilahirkan kembali, sampai hati disucikan sepenuhnya melalui baptisan dengan Roh Kudus.

5. 2 Kami percaya bahwa dosa asali berbeda dari dosa perbuatan. Dosa asali merupakan kecenderungan yang diwariskan untuk berbuat dosa perbuatan; tak seorang pun bertanggung jawab untuk hal itu sampai obat yang disediakan Allah diabaikan atau ditolak.

5.3. Kami percaya bahwa dosa perbuatan atau pribadi adalah pelanggaran secara sengaja terhadap hukum Allah yang dikenal oleh orang yang punya tanggung jawab secara moral. Karena itu hal ini tidak boleh disalah artikan dengan kekurangan, kelemahan, kesalahan, kegagalan atau penyimpangan lain yang tidak disengaja atau tidak dapat dihindari dari standar tingkah laku yang sempurna sebagai akibat dari kejatuhan Adam dan Hawa dalam dosa. Namun hal-hal yang tidak bersifat dosa tersebut, tidak mencakup sikap atau respon yang bertentangan terhadap Kristus, yang secara tepat dapat disebut sebagai dosa-dosa dalam batin seseorang. Kami percaya bahwa dosa pribadi, pada dasarnya merupakan penyimpangan terhadap hukum kasih; dan bahwa berkaitan dengan Kristus dosa bisa didefinisikan sebagai ketidakpercayaan.

(Dosa asali: Kejadian 3; 6:5; Ayub 15:14; Mazmur 51:5; Yereima 17:9-10; Markus 7:21-23; Roma 1:18-25; 5:12-14; 7:1-8:9; 1 Korintus 3:1-4; Galatia 5:16-25; 1 Yohanes 1:7-8)

(Dosa pribadi: Matius 22:36-40 {dengan 1 Yohanes 3:4} ; Yohanes 8:34-36; 16:8-9; Roma 3:23; 6:15-23; 8:18-24; 14:23; 1 Yohanes 1:9-2:4; 3:7-10)

VI. Penebusan3

6. Kami percaya bahwa Yesus Kristus, melalui penderitaanNya, melalui pencurahan darahNya sendiri, dan melalui kematianNya di kayu salib, telah melakukan penebusan sepenuhnya atas semua dosa manusia, dan penebusan ini merupakan satu-satunya dasar keselamatan, dan bahwa penebusan ini cukup untuk setiap orang keturunan Adam. Oleh karena anugerah penebusan ini sangat efektif untuk keselamatan [orang-orang yang tidak bertanggung jawab] maksudnya mereka yang tidak bertanggung jawab secara moral dan untuk anak-anak yang masih polos berdasarkan anugerah. Akan tetapi untuk orang-orang yang telah mencapai usia akil balig anugerah penebusan menjadi manjur dan berdampak keselamatan hanya ketika mereka bertobat dan percaya.

(Yesaya 53:5-6, 11; Markus 10:45; Lukas 24:46-48; Yohanes 1:29; 3:14-17; KPR 4:10-12; Roma 3:21-26; 4:17-25; 5:6-21; 1 Korintus 6:20; 2 Korintus 5:14-21; Galatia 1:3-4; 3:13-14; Kolose 1:19-23; 1 Timotius 2:3-6; Titus 2:11-14; Ibrani 2:9; 9:11-14; 13:12; 1 Petrus 1:18-21; 2:19-25; 1 Yohanes 2:1-2)

VII. Anugerah Yang Mendahului

7. Kami percaya bahwa penciptaan umat manusia dalam keserupaan dengan Allah mencakup kemampuan untuk memilih antara benar dan salah, dan karena itu umat manusia menjadi bertanggung jawab secara moral; bahwa melalui kejatuhan Adam mereka menjadi bejat secara moral sehingga tidak dapat berpaling dan mempersiapkan diri dengan mengandalkan kekuatan dan usaha sendiri untuk beriman dan memanggil Tuhan. Namun kami juga percaya bahwa karunia Allah melalui Yesus Kristus secara cuma-cuma diberikan kepada semua orang, untuk memampukan mereka yang mau berpaling dari dosa kepada kebenaran, untuk percaya kepada Yesus Kristus agar mendapatkan pengampunan dan penyucian dosa, serta menuruti pekerjaan yang baik, yang menyenangkan dan berkenan kepadaNya.

Kami percaya bahwa semua orang, sekalipun telah memiliki pengalaman kelahiran kembali dan pengudusan yang menyeluruh, bisa terhilang dari kasih karunia dan murtad sehingga akan terhilang tanpa harapan dalam kekekalan kecuali mereka bertobat dari dosa-dosanya.

(Keserupaan dengan Allah dan tanggung jawab moral: Kejadian 1:26-27; 2:16-17; Ulangan 28:1-2; 30:19; Yosua 24:15; Mazmur 8:3-5; Yesaya 1:8-10; Yeremia 31:29-30; Yehezkiel 18:1-4; Mikha 6:8; Roma 1:19-20; 2:1-16; 14:7-12; Galatia 6:7-8)

(Ketidakmampuan alami: Ayub 14:4; 15:4; Mazmur 14:1-4; 51:5; Yohanes 3:6a; Roma 3:10-12; 5:12-14, 20a; 7:14-25)

(Kasih karunia cuma-cuma dan pekerjaan iman: Yehezkiel 18:25-26; Yohanes 1:12-13; 3:6b; KPR 5:31; Roma 5:6-8; 6:15-16, 23; 10:6-8; 11:22; 1 Korintus 2:9-14; 10:1-12; 2 Korintus 5:18-19; Galatia 5:6; Efesus 2:8-10; Filipi 2:12-13; Kolose 1:21-23; 2 Timitius 4:10a; Titus 2:11-14; Ibrani 2:1-3; 3:12-15; 6:4-6; 10:26-31; Yakobus 2:18-22; 2 Petrus 1:10-11; 2:20-22)

VIII. Pertobatan

8. Kami percaya bahwa pertobatan merupakan perubahan pikiran yang total dan tulus sehubungan dengan dosa, yang mencakup perasaan berdosa secara pribadi dan tindakan berpaling secara sukarela dari dosa. Hal itu dituntut dari semua orang yang melalui pikiran dan perbuatannya telah menjadi orang yang berdosa terhadap Allah. Roh Allah memberikan pertolongan kepada semua orang yang mau bertobat berupa penyesalan hati yang mendalam dan harapan akan kemurahan Tuhan, sehingga mereka bisa percaya dan mendapatkan pengampunan dan kehidupan rohani.

(2 Tawarikh 7:14; Mazmur 32:5-6; 51:1-17; Yesaya 55:6-7; Yeremia 3:12-14; Yehezkiel 18:30-32; 33:14-16; Markus 1:14-15; Lukas 3:1-14; 13:1-5; 18:9-14; KPR 2:38; 3:19; 5:31; 17:30-31; 26:16-18; Roma 2:4; 2 Korintus 7:8-11; 1 Tesalonika 1:9; 2 Petrus 3:9)

IX. Pembenaran, Kelahiran Baru dan Pengangkatan

9. Kami percaya bahwa pembenaran adalah tindakan Allah yang adil dan penuh kemurahan, pembenaran dari Allah akan memberikan pengampunan sepenuhnya atas segala dosa dan pembebasan yang sempurna dari hukuman atas dosa yang telah dilakukan, dan penerimaan sebagai orang benar, yang berlaku bagi semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus dan menerimaNya sebagai Tuhan dan Juruselamat.

10. Kami percaya bahwa regenerasi, atau kelahiran baru, adalah karya kasih karunia Allah sehingga melaluinya sifat moral orang percaya yang bertobat dihidupkan kembali secara rohani dan diberikan kehidupan rohani secara khusus, dan kemampuan untuk beriman, mengasihi dan taat.

11. Kami percaya bahwa pengangkatan/adopsi adalah karya kasih karunia Allah yang olehnya orang percaya yang dibenarkan dan dilahirkan baru menjadi anak Allah.

12. Kami percaya bahwa pembenaran, regenerasi/lahir baru dan pengangkatan/adopsi terjadi secara bersamaan dalam pengalaman orang yang mencari Tuhan dan diperoleh berdasarkan iman, yang didahului dengan pertobatan; dan bahwa Roh Kudus memberikan kesaksian kepada usaha dan kondisi kasih karunia ini.

(Lukas 18:14; Yohanes 1:12-13; 3:3-8; 5:24; KPR 13:39; Roma 1:17; 3:21-26,28; 4:5-9, 17-25; 5:1, 16-19; 6:4; 7:6; 8:1, 15-17; 1 Korintus 1:30; 6:11; 2 Korintus 5:17-21; Galatia 2:16-21; 3:1-14, 26; 4:4-7; Efesus 1:6-7; 2:1, 4-5; Filipi 3:3-9; Kolose 2:13; Titus 3:4-7; 1 Petrus 1:23; 1 Yohanes 1:9; 3:1-2, 9; 4:7; 5:1, 9-13, 18)

X. Kesucian Kristen dan Pengudusan yang Menyeluruh4

13. Kami percaya bahwa pengudusan [yang menyeluruh] adalah karya [tindakan] Allah [, yang dilakukan setelah regenerasi,] yang melaluinya mengubah orang percaya menjadi serupa dengan Kristus. Hal itu dikerjakan oleh kasih karunia Allah melalui Roh Kudus dalam pengudusan awal, atau regenerasi, (bersamaan dengan pembenaran,) pengudusan yang menyeluruh, dan karya penyempurnaan Roh Kudus yang berlangsung terus-menerus, mencapai puncaknya dalam glorifikasi. Dalam glorifikasi kita sepenuhnya menjadi serupa dengan gambar AnakNya.

Kami percaya bahwa pengudusan yang menyeluruh adalah tindakan Allah setelah regenerasi, yang olehnya orang percaya dibebaskan dari dosa asali, atau kebejatan moral, dan dibawa ke dalam keadaan pengabdian sepenuhnya kepada Allah dan ketaatan yang suci atas dasar kasih yang disempurnakan.

Hal itu dikerjakan melalui baptisan dengan atau kepenuhan Roh Kudus, dan terdiri dari satu pengalaman penyucian hati dari dosa dan berdiamnya Roh Kudus, yang memberi kuasa kepada orang percaya dalam kehidupan dan pelayanan.

Pengudusan yang menyeluruh disediakan melalui darah Yesus, dikerjakan secara seketika oleh kasih karunia melalui iman, didahului dengan pengabdian diri sepenuhnya; dan Roh Kudus memberikan kesaksian terhadap pekerjaan dan kondisi kasih karunia ini.

Pengalaman ini juga dikenal dengan istilah bermacam-macam yang menggambarkan fase yang berbeda-beda, seperti “Kesempurnaan Kristen”, “kasih yang sempurna”, “kemurnian hati”, “baptisan dengan atau kepenuhan Roh Kudus”, “kepenuhan berkat”, dan “kesucian Kristen”.

14 Kami percaya bahwa ada perbedaan yang jelas antara kemurnian hati dengan karakter yang dewasa. Kemurnian hati diperoleh secara seketika sebagai akibat pengudusan yang menyeluruh; karakter yang dewasa diperoleh sebagai akibat pertumbuhan dalam kasih karunia.

Kami percaya bahwa karunia pengudusan yang menyeluruh mencakup dorongan ilahi untuk bertumbuh dalam kasih karunia sebagai murid yang serupa dengan Kristus. Namun, dorongan ini harus dikembangkan secara sengaja dan penuh kesadaran. Selain itu perhatian yang cermat harus diberikan kepada syarat-syarat dan proses perkembangan rohani serta perbaikan dalam keserupaan dengan sifat dan kepribadian Kristus. Tanpa usaha yang dilakukan dengan sengaja itu kesaksian seseorang mungkin akan terganggu dan kasih karunia itu sendiri juga terhalang dan akhirnya hilang.

Dengan berpartisipasi dalam sarana kasih karunia, terutama persekutuan, pemuridan, kegiatan perkembangan rohani dan sakramen gereja, orang-orang percaya akan bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam kasih yang sepenuh hati kepada Allah dan sesama.

(Yeremia 31:31-34; Yehezkiel 36:25-27; Maleakhi 3:2-3; Matius 3:11-12; Lukas 3:16-17; Yohanes 7:37-39; 14:15-23; 17:6-20; KPR 1:5; 2:1-4; 15:8-9; Roma 6:11-13, 19; 8:1-4, 8-14;12:1-2; 2 Korintus 6:14-7:1; Galatia 2:20; 5:16-25; Efesus 3:14-21; 5:17-18, 25-27; Filipi 3:10-15; Kolose 3:1-17; I Tesalonika 5:23-24; Ibrani 4:9-11; 10:10-17; 12:1-2; 13:12; 1 Yohanes 1:7, 9)

(“Kesempurnaan Kristen”, “kasih yang sempurna”: Ulangan 30:6; Matius 5:43-48; 22:37-40; Roma 12:9-21; 13:8-10; 1 Korintus 13: Filipi 3:10-15; Ibrani 6:1; 1 Yohanes 4:17-18)

(“Kemurnian hati”: Matius 5:8; KPR 15:8-9; 1 Petrus 1:22; 1 Yohanes 3:3)

(“Baptisan dengan atau kepenuhan Roh Kudus”: Yeremia 31:31-34; Yehezkiel 36:25-27; Maleakhi 3:2-3; Matius 3:11-12; Lukas 3:16-17; KPR 1:5; 2:1-4; 15:8-9)

(“Kepenuhan berkat”: Roma 15:29)

(“Kesucian Kristen”: Matius 5:1-7:29; Yohanes 15:1-11; Roma 12:1-15:3; 2 Korintus 7:1; Efesus 4:17-5:20; Filipi 1:9-11; 3:12-15; Kolose 2:20-3:17; 1 Tesalonika 3:13; 4:7-8; 5:23; 2 Timotius 2:19-22; Ibrani 10:19-25; 12:14; 13:20-21; 1 Petrus 1:15-16; 2 Petrus 1:1-11; 3:18; Yudas 20-21)

XI. Gereja5

15 Kami percaya kepada gereja yang Am, komunitas yang mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan, umat perjanjian Allah yang dijadikan baru di dalam Kristus, Tubuh Kristus yang dipanggil bersama-sama oleh Roh Kudus melalui Firman Allah.

Allah memanggil gereja yang Am untuk menyatakan kehidupannya dalam kesatuan dan persekutuan dengan Roh; dalam penyembahan melalui pemberitaan Firman Allah, pelaksanaan sakramen dan pelayanan dalam namaNya; serta melalui ketaatan kepada Kristus, kehidupan yang suci dan sikap saling membangun yang dapat dipertanggungjawabkan.

Misi gereja dalam dunia adalah untuk [meneruskan] mengambil bagian atau melibatkan diri dalam karya [pekerjaan] penebusan dan pendamaian Kristus dalam kuasa Roh [melalui kehidupan yang kudus, penginjilan, pemuridan dan ibadah]. Gereja menggenapi misinya dengan melakukan pemuridan melalui penginjilan, pendidikan, kegiatan sebagai tindakan nyata dari sikap belas kasihan, bekerja untuk mewujudkan keadilan dan menjadi saksi bagi kerajaan Allah.

Gereja merupakan realitas sejarah, yang mengorganisir dirinya sendiri dalam bentuk yang dipengaruhi oleh unsur budaya; keberadaannya nyata baik sebagai jemaat lokal maupun tubuh universal; serta mempersiapkan orang-orang yang dipanggil Tuhan untuk tugas pelayanan khusus. Allah memanggil gereja Am untuk hidup di bawah pemerintahanNya sambil menantikan penyempurnaan pada saat kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

(Keluaran 19:3; Yeremia 31:33; Matius 8:11; 10:7; 16:13-19, 24; 18:15-20; 28:19-20; Yohanes 17:14-26; 20:21-23; KPR 1:7-8; 2:32-47; 6:1-2; 13:1; 14:23; Roma 2:28-29; 4:16; 10:9-15; 11:13-32; 12:1-8; 15:1-3; 1 Korintus 3:5-9; 7:17; 11:1. 17-33; 12:3, 12-31; 14:26-40; 2 Korintus 5:11-6:1; Galatia 5:6, 13-14; 6:1-5, 15; Efesus 4:1-17; 5:25-27; Filipi 2:1-16; 1Tesalonika 4:1-12; 1 Timotius 4:13; Ibrani 10:19-25; 1 Petrus 1:1-2, 13; 2 :4-12, 21; 4:1-2,10-11; 1 Yohanes 4:17; Yudas 24; Wahyu 5:9-10)

XII. Baptisan

16. Kami percaya bahwa baptisan Kristen, yang diperintahkan oleh Tuhan kita, adalah sakramen yang menandai penerimaan manfaat atas penebusan Yesus Kristus, yang harus dilaksanakan bagi orang percaya dan merupakan pernyataan iman mereka kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat mereka, dan tujuan ketaatan sepenuhnya kepada Tuhan dalam kesucian dan kebenaran.

Baptisan menjadi simbol perjanjian baru. Anak-anak kecil dapat dibaptis berdasarkan permintaan orang tua atau wali mereka yang dapat menjamin bimbingan Kekristenan yang sangat penting dan harus diberikan kepada anak-anak tersebut. Sehingga setelah anak-anaknya dibaptis, maka pelatihan dan bimbingan kristen juga menjadi tanggung jawab mereka.

Baptisan bisa dilaksanakan dengan percikan, pencurahan atau diselam, sesuai dengan pilihan si pemohon.

(Matius 3:1-7; 28:16-20; KPR 2:37-41; 8:35-39; 10:44-48; 16:29-34; 19:1-6; Roma 6:3-4;Galatia 3:26-28; Kolose 2:12; 1 Petrus 3:18-22)

XIII. Perjamuan Kudus

17. Kami percaya bahwa Peringatan dan Perjamuan Kudus yang diadakan oleh Tuhan dan Juruselamat kita Yesus Kristus pada intinya merupakan sakramen Perjanjian Baru, yang menyatakan kematianNya sebagai korban penebusan; melalui korban pengganti itulah orang percaya menerima kehidupan dan keselamatan serta janji untuk mendapatkan semua berkat rohani dalam Kristus. Hal ini disiapkan secara khusus bagi orang percaya yang menghormati dan menghargai pentingnya karya Kristus. Melalui hal itu mereka memperingati kematian Kristus sampai Ia datang kembali. Ini merupakan pesta Perjamuan, khusus bagi orang yang beriman kepada Kristus dan yang mengasihi orang kudus maka hanya mereka yang diundang untuk ikut ambil bagian dalamnya.

(Keluaran 12:1-14; Matius 26:26-29; Markus 14:22-25; Lukas 22:17-20; Yohanes 6:28-58; 1 Korintus 10:14-21; 11:23-32)

XIV. Kesembuhan Ilahi

18 Kami percaya kepada doktrin Alkitab tentang kesembuhan ilahi dan mendorong umat kami untuk berusaha menawarkan doa iman bagi kesembuhan orang sakit. Kami juga percaya bahwa Allah menyembuhkan melalui sarana ilmu pengetahuan medis.

(2 Raja-raja 5:1-19; Mazmur 103:1-5; Matius 4:23-24; 9:18-35; Yohanes 4:46-54; KPR 5:12-16; 9:32-42; 14:8-15; 1 Korintus 12:4-11; 2 Korintus 12:7-10; Yakobus 5:13-16)

XV. Kedatangan Kristus Kedua Kali

19 Kami percaya bahwa Tuhan Yesus Kristus akan datang kembali; bahwa kita yang masih hidup pada saat Ia datang, tidak akan mendahului mereka yang meninggal di dalam Kristus Yesus; tetapi bahwa, jika kita tinggal di dalam Dia, kita akan diangkat bersama orang kudus yang telah dibangkitkan untuk bertemu Tuhan di angkasa, supaya kita ada bersama Tuhan untuk selama-lamanya.

(Matius 25:31-46; Yohanes 14:1-3; KPR 1:9-11; Filipi 3:20-21; 1 Tesalonika 4:13-18; Titus 2:11-14; Ibrani 9:26-28; 2 Petrus 3:3-15; Wahyu 1:7-8; 22:7-20)

XVI. Kebangkitan, Penghakiman dan Takdir

20. Kami percaya pada kebangkitan orang mati, bahwa tubuh orang benar maupun orang berdosa akan dibangkitkan lagi dan dipersatukan dengan roh mereka - “Mereka yang telah berbuat baik, akan dibangkitkan untuk mendapatkan kehidupan; dan mereka yang berbuat jahat, akan dibangkitkan untuk menerima penghukuman.”

21. Kami percaya kepada penghakiman pada masa yang akan datang di mana setiap orang akan berdiri di hadapan Allah untuk dihakimi sesuai dengan perbuatannya selama hidup di dunia.

22. Kami percaya bahwa kehidupan yang kekal dan mulia telah tersedia bagi semua orang yang percaya dan dengan taat mengikuti Yesus Kristus Tuhan kita; dan bahwa orang yang tidak menginsyafi dosanya akan menderita secara kekal di neraka.

(Kejadian 18:25; 1Samuel 2:10; Mazmur 50:6; Yesaya 26:19; Daniel 12:2-3; Matius 25:31-46; Markus 9:43-46; Lukas 16:19-31; 20:27-38; Yohanes 3:16-18; 5:25-29; 11:21-27; KPR 17:30-31; Roma 2:1-16; 14:7-12; 1 Korintus 15:12-58; 2 Korintus 5:10; 2 Tesalonika 1:5-10; Wahyu 20:11-15; 22:1-15)

1 Referensi Alkitab mendukung Pasal-Pasal Tentang Iman dan dicatat disini oleh karena keputusan dari Sidang Umum 1976 tetapi tidak dianggap bagian dari teks di Konstitusi.

2 Perubahan di konstitusi yang disetujui oleh Sidang Umum 2009 sedang dalam proses pengesahan oleh Sidang -sidang wilayah pada waktu percetakan. Pada beberapa tempat dimana perubahan sedang dilakukan, kata dengan tulisan miring adalah kata baru, dan kata-kata dalam kurung [ ] adalah kata yang akan dihapus.

3 Perubahan di konstitusi yang disetujui oleh Sidang Umum 2009 sedang dalam proses pengesahan oleh sidang-sidang wilayah pada waktu percetakan. Pada beberapa tempat dimana perubahan sedang dilakukan, kata dengan tulisan miring adalah kata baru, dan kata-kata dalam kurung [ ] adalah kata yang akan dihapus.

4 Perubahan di konstitusi yang disetujui oleh Sidang Umum 2009 sedang dalam proses pengesahan oleh sidang-sidang wilayah pada waktu percetakan. Pada beberapa tempat dimana perubahan sedang dilakukan, kata dengan tulisan miring adalah kata baru, dan kata-kata dalam kurung [ ] adalah kata yang akan dihapus.

5 Perubahan di Konstitusi yang diputuskan oleh Sidang Umum di tahun 2009 sedang dalam proses pengesahan oleh sidang-sidang wilayah pada waktu percetakan. Dimana ada perubahan dalam proses, kata dengan tulisan miring adalah kata baru dan kata-kata dalam kurung [ ] adalah kata yang akan dihapus.